Mengenai Saya

Foto saya
akku orange biasa aja

Sabtu, 18 September 2010

SURAT DARI ANAK IBU YANG SUDAH TIDAK NAKAL

   Bu...Terlalu bosan rasanya duduk menghitung hari.
sudah hampir sepuluh bulan ibu pergi.

 Rasanya baru semalam ibu peluk aku,dan sejuk sahdu itu masih terasa
Ibu tau tidak,itulah pertama kali ibu peluk anak ibu yang nakal ini
sejak aku dewasa.Dan itu juga yang terakhir kalinya.

 Emmmm...rupanya ibu suda tahu bahwa ibu akan pergi jauh
hendak tinggalkan anak anak ibu didunia fana ini.
 
Ibu sepertinya sudah mempersiapkan diri sejak seminggu sebelumnya.
ibu sudah mengayam tikar daun pandan kering 3 helai.kakak bilang
ibu mengayam tikar sampai pagi.Tanpa rasa ngantuk,tanpa rasa letih.
kakakpun heran.padahal ibu tidak pernah begitu.

 padahal saat itu ibu memasang radio kecil di sebelah ibu.tapi seolah olah ibu tidak sadar bahwa siaran radio itu  sudah usai.Ibu terus saja menganyam.Rupanya tikar yang telah ibu siapkan itu digunakan untuk mengiringi ibu ke kuburan.

  Pada saat, itu ibu menyapu sekeliling rumah sampai bersih.kemudian ibu menjemur karpet dan ibu pindahkan sofa ke tempat lain. Ibu biarkan ruangan itu kosong.Rupanya di situlah jenasah ibu di letakkan.
 
    Ibu..saat itu adalah hari sabtu tanggl 18 Agustus 1999 pukul 3 sore.Tiba-tiba ibu sakit perut.Aku baru pulang bermain dengan teman-teman kecilku di malam harinya.Ibu sedang merintih kesakitan.Aku meminta ibu untuk pergi kerumah sakit.Tapi ibu bilang tak punya uang.Akhirnya sampai datang seorang ustad yang baik hati,kemudian membawa ibu ke rumah sakit.Aku menggenggam lengan pak ustad yang sedang menompang ibu menuju mobilnya.

   Ibu maakan aku dan kakak yang belum bisa mencari uang untuk berobat.Aku dan kakak berjanji,kelak besar nanti akan mencari uang yang banyak buat ibu.

 Ibu...malam itu adalah malam pertama dan terakhir aku,kaka dan ibu berpelukan di dalam mobil pak ustad yang sedang menuju rumah sakit.Senyum ibu begitu terlihat maniiiiss sekali.Dengan lirih ibu berkata kepada pak ustad."Pak, tolong jaga anak anak ya,kasihan mereka sudah tidak punya ayah".Kemudian pak ustad mengusap kepala aku dan kakak.
 
  Sesampainya di rumah sakit,beberapa dokter langsung menyambut ibu di ruang ICU.Saat itu ibu sudah tidak sadarkan diri.Aku,kakak dan pak ustad menunggu diluar.Aku gelisah,resah,Hatiku tak menentu.Selang beberapa lama,seorang dokter keluar dari kamar ICU kemudian memenggli pak ustad.Aku berdiri di sebelah kanan pak ustad dan kakakku di sebelah kirinya.Setelah dokter mengabarkan bahwa ibu telah berpulang ke rahmat-Nya,pak ustad menggenggam lenganku,,eeerat sekali.Aku takut bu.Untung pak ustad lantas memeluk kami berdua.

      Ibu,saat itu otakku kosong.fikiranku hampa.Angin malam dingin menusuk sumsumku.Aku masih tak percaya bahwa ibu telah pergi.Lamunanku terhenyak ketika azan subuh berkumandang.mendayu-dayu mengiris kalbuku.Tak terasa air mata muali berjatuhan membasahi pipiku.Kenangan bersama ibu masih berputar di kepala ini.Air mata tiada dapat terhenti.Subuh kali itu benar-benar terasa berbeda.

   Ibu, aku masih ingat sekali ketika selesai shubuh aku membaca Al-Qur'an didepan jenasah ibu.Jam 8 pagi ibu dimandikan.Selain istri pak ustad,aku,kakak ikut juga memandikan ibu.Malah aku dan kakak kemudian  memangku jenasah ibu.Aku menggosok jenasah ibu lembut sekali,begitu juga kakak,ibu merasakannya kan?

   Kakak mencium kening ibu yang dingin,Kemudian istri pak ustad bilang,"nak,jangan nangis ya...kalo sayang ibu,ndak boleh nagis,kasihan ibunya nanti ikut sedih."Aku mencoba menuruti kata bu ustad,tapi tidak kuat bu.Padahal aku menahan sekuat hati.

     Sebelum muka ibu ditutup kain kafan untuk selamanya.Aku mencium sekali lagi kening ibu.Sejuuk sekali.Aku lihat ibu tersenyum padaku.Dan aku lantas  memeluk jenasah ibu.Kugoyang-goyangkan tubuh ibu sambil berteriak."bu, bangun bu...ibu bangun...jangn tingglkan maryam bu...huk ...huk ...huk".
  
     Jam 10 pagi,ibu diusung keluar rumah.Kakak sudah terkulai dalam pelukan istri pak ustad.Badan kakak terasa panas,Ibu... anak ibu yang satu itu sepertinya terserang demam.
     Ibu tau ndak,cuma kakak seorang saja yang tidak mengiringi ibu ke tanah perkuburan.

  Ibu ,hari hari kulalui tanpa wujudmu lagi.Tidak ada lagi tangn yang dapat kucium,tidak ada lagi nasehat yang dapat aku dengar.Yang kulihat hanya pakainan yang pernah engkau kenakan.Begitu sepi rasanya kehilangan ibu.kalo boleh jujur ,setiap malm selepas magrip anakmu ini selalu berendam air mata.Hingga pada suatu ketika,saat itu malam jum'at selepas magrip,selesai membaca surat yasin.aku melihat gambaran ibu,jelaaas sekali.Aku bahagia ibu.Namun belum puas aku menikmati itu,ibu pergi lagi,aku sedih ibu.Aku nagis haru sekali.teman-teman pesantrenku memelukku.

   Ibu, aku terus berusaha menghibur diriku sendiri bahwa ibu sudah bersama Allah didalam surga.tapi hati ini masih terus merasakan pedih ditinggl ibu,sebab aku belum bisa membuat ibu bangga kepadaku.Saat sebelum ibu wafat,ibu masih terus menasehatiku agar aku tidak nakal,itukan berarti aku masih nakal bu.tapi sekarang aku benar-benar berjanji padamu,bahwa aku tidak akan nakal lagi.

    Ibu tau tidak,disaat itu kerinduan terasa menusuk sehingga ke hulu hati.Rasa itu sangat memilukan,menusuk nusuk sehingga terasa begitu sakit dalam dada ini.Sampai sekarang bila kerinduan itu menjelma,hanya sedekah  al-fatihah yang bisa ku berikan.

    Ibu,sambil menulis surat ini pun aku masih menangis.Sekarang aku berada di pesantren yatim,Dan sekarang baru jam 4.00 pagi.Belum ada teman-temanku yang terbangun.Aku mendengar orang bershalawatan di musholah dengan lagu "anak sholeh".Aku sedih bu...aku rindu sekali sama ibu...tapi biarlah,nanti bila aku sudah selesai shalat shubuh,aku akan bacakan yasin khusus buat ibu.Ibu tunggu yaa...!

     Ibu cukup sampai disini dulu ya.kawanku sudah ketuk-ketuk pintu kamarku.Sebentar lagi kami akan pergi sholat subuh ke musholah.Biasanya,dahulu kota selalu berangkat ke musholah bersama.Kali ini aku pergi bersama teman pesantrenku.Besok juga aku mau menulis surat buat ayah.meskipun aku tidak tau harus kemana surat ini diantarkan.Waktu itu sih teman-teman bilang,simpen aja buat kenangan.tapi aku mohon ijin dari ibu,akan kutunjukan surat ini buat yang lainya juga ya bu.

    Baiklah,aku sudahi ya bu,sebab temanku sudah terlalu lama menungguku diaepan.Dan akhir kata untuk ibu,I LOVE YOU SO MUCH dan jutaan terima kasih karena telah membesarkan aku.memberi seluruh kasih sayang dari kecil sampai masuk sekolah,sampai aku tidak nakal lagi.sampai aku berada di pesantren ini.sampai aku menemukan pengganti ayah dan ibu yang baik seperti bapak ustad dan ibu ustad.Sampai akhir hayat ini,jasa ibu tidak mungkin terbalas.
-----------------------------IRSYAD-------------------------

2 komentar:

  1. Ibu...
    adalah wanita yang telah melahirkanku
    merawatku
    membesarkanku
    mendidikku
    hingga diriku telah dewasa

    Ibu...
    adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
    tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
    tatkala perutku terasa lapar dan haus
    tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

    Ibu...
    adalah wanita yang penuh perhatian
    bila aku sakit
    bila aku terjatuh
    bila aku menangis
    bila aku kesepian

    Ibu...
    telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
    terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
    terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
    terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
    terdapat sinar kelelahan karena aku

    Aku yang selalu merepotkanmu
    aku yang selalu menyita perhatianmu
    aku yang telah menghabiskan air susumu
    aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

    Ibu...
    engkau menangis karena aku
    engkau sedih karena aku
    engkau menderita karena aku
    engkau kurus karena aku
    engkau korbankan segalanya untuk aku

    Ibu...
    jasamu tiada terbalas
    jasamu tiada terbeli
    jasamu tiada akhir
    jasamu tiada tara
    jasamu terlukis indah di dalam surga

    Ibu...
    hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
    karena jasamu
    tiada terbalas

    Hanya tangisku sebagai saksi
    atas rasa cintaku padamu

    BalasHapus